[back] |
|
"The
Bali bomb blast on October 12, 2002, was a tragedy that hurt
humanity. |
|
Maksud
dan Tujuan
Maksud dari penyusunan laporan ini adalah memberikan bahan masukan kepada pimpinan tentang peran Pusdokkes Polri di dalam rangka mendukung upaya identifikasi korban ledakan bom Kuta Bali dengan pembentukan Tim DVI Indonesia untuk Kuta Bali. Tujuannya untuk dijadikan bahan pertimbangan Pimpinan di dalam mengambil kebijaksanaan selanjutnya di dalam rangka pengembanan Tim DVI Indonesia di kemudian hari serta upaya pengembangan Kedokteran Kepolisian di dalam mendukung tugas operasional kepolisian.
|
![]() |
KombesPol Dr
Eddy Saparwoko (2nd right) during Coordination and discussions with the
Chief of the Investigation Team, Irjen Pol. I Made Mangku Pastika |
|
Waktu
dan Tempat kegiatan
Kegiatan identifikasi
dilaksanakan setiap hari mulai tanggal 13 Oktober 2002 mulai pukul 08.00
s/d 18.00 WITA bertempat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali. Kegiatan identifikasi Tim
DVI Indonesia dilaksanakan dengan dukungan dari tim Pusdokkes Polri dan
gabungan dari berbagai unsur terkait lainnya seperti dari : |
h.
RS. Sanglah Denpasar i. FK Universitas Indonesia j. FK Universitas Pajajaran k. FK Universitas Diponegoro l. FK Universitas Airlangga m. FK UniversitasUdayana n. FK Universitas Saraswati. Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2002 beberapa tim dari luar negeri turut bergabung di dalam rangka memperlancar proses identifikasi korban yang antara lain datang dari : a. Tim DVI Australia 18 orang b. Hongkong 2 orang c. Swedia 3 orang d. Finlandia 1 orang e. Jepang 7 orang f. Taiwan 6 orang g. Belanda 6 orang |
|
Alur
kegiatan
Kegiatan identifikasi
dilaksanakan oleh personil dari beberapa negara yang memiliki Tim DVI
dengan membentuk beberapa unit, yaitu : Identifikasi dilaksanakan dengan metoda : a. Sederhana - Visual,
Kepemilikan korban, pakaian, kartu identitas. Proses identifikasi menggunakan prosedur dan formulir DVI Interpol yang berlaku secara internasional. (see Procedures Chart [English] [Indonesian] )
|
Hasil
kegiatan
Korban meninggal seluruhnya
adalah 184 orang yang terdiri berbagai warganegara dan yang telah melapor
adalah : Indonesia, Australia (terbanyak), Belanda, Denmark, Jepang,
Taiwan, Korea, Belanda, Inggris, Amerika, dll. |
c.
Hasil sementara proses identifikasi sampai dengan tanggal 12
November 2002 = 129 orang (70.1 %). d. Pada tanggal 29 Oktober 2002 telah dibentuk Tim DVI Bali dengan Ketua Kadisdokkes Polda Bali AKBP Drg. Agus Sriyono. e. Telah dilaksanakan serah terima dari Tim DVI Indonesia kepada Tim DVI Bali tanggal 31 Oktober 2002. |
Permasalahan
Ada beberapa kendala yang dihadapi Tim : a. Keberatan masyarakat
adat Bali yang tidak menghendaki jenazah berlama-lama di rumah sakit tanpa
dikubur atau dibakar. |
|
Kesimpulan
:
a. Telah dilaksanakan
identifikasi korban bencana massal kasus Legian Kuta - Bali. |
[back]
putkes/Sri S. 08/02/2003